🏠 Beranda ⚙️ AD/ART 📋 Kegiatan 2026 👥 Struktur 📷 Galery

Masuki Musim tanam ketiga, sebagian petani risau akan Sumber air

14 Agustus 2020, memasuki musim panen ke akar ke 1 dari petani desa pangkalan yang sebagian besarnya mengandalkan tanaman padi merasa senang atas keberhasilan panen, tetapi sebagian petani menyatakan kekawatiranya akan menghadapi tanam padi menuju akhir tahun. Pasalnya, di desa Pangkalan sendiri sering kekurangan air di musim tanam yang biasanya memasuki musim Panas.
43 Ha Luas lahan pertanian desa pangkalan yang produktif, dan tesebar di lima dusun,  semenjak tahun 2014 hingga sekarang tahun 2020 para petani selalu risau akan sumber air untuk sawahnya terlebih untuk musim panas para petani harus memutar otak agar bisa mensiasati kekurangan air untuk 1 musim  tanam ini.
Hal itu dibenarkan oleh penyuluh pertanian desa Pangkalan, Ibu Ina dan PPOT Kecamatan Ciawigebang Bp. Deni. Beliau mengatakan, jelas saja para petani risau dan kawatir, hal itu dikarenakan lahan tanah garapan para petani desa Pangkalan mulai kurang sehat, sebagai lahan sawah semestinya lahan pertanian itu sendiri harus dijaga dan dirawat dengan baik, seperti menjaga unsur hara tanah, menjaga mikroorganisme alami dan lainnya. Andai saja tanah garapan tidak di sesaki bahan kimia berlebihan, petani tidak akan merasa risau dan kawatir akan kekurangan air bahkan di musim panas sekalipun, karena sejatinya melalui P3A hadir sebagai agen pemerintah untuk pengadaan air "cukup" bagi para petani.
Bp. Deni Menegaskan, Rubahlah mainset petani, yang selalu berfikir Tanaman padi itu memerlukan "banyak" air, padahal kenyataan nya, tanaman padi itu hanya perlu air yang "cukup", dalam arti bukan air yang berlebihan bahkan sampai terendam.
Home Artikel Kegiatan Tentang