What comes on your mind when the first time you hear the word Village? Whatever it is, we must remember that our mother’s blood was spilled together on the day of our birth where we cry for the first time there, in our village. The fresh air that was inhaled for the first time was the air of our village. It’s sad to see people who forgot their hometown because they prefer to live in a city
that they think it is more luxurious. Here, I’m going to bring you to my village.The best place to come back when I feel tired and need some rest.
Apa yang terlintas di benakmu ketika pertama kali mendengar kata Desa? Apapun itu, kita harus ingat bahwa ibu kita menumpahkan darah bersamaan di hari kelahiran kita di mana kita menangis untuk pertama kalinya, ya di desa kita. Udara segar yang kita hirup pertama kali adalah udara di desa kita. Sedih rasanya melihat orang-orang yang lupa akan kampung halamannya hanya karena mereka lebih suka tinggal di kota yang mereka pikir lebih mewah. Disini, aku akan mengajakmu ke desaku. Tempat terbaik untuk pulang ketika aku merasa lelah dan butuh sedikit istirahat.
It has been 22 years since I was born and grew-up in a village that is named Desa Pangkalan (Pangkalan village) which means I have passed many things in this village. Pangkalan village is one of 24 villages in Ciawigebang sub-district, Kuningan West Java. My village is not a large village. It’s just a small village surrounded by rice fields. Our societies’ livelihood is mostly farmer. Although
it’s just small village, we have provided in good life standard which means we provided proper education, proper medical center, and proper market to fulfill
our daily needed. Pasar Ciawigebang (Ciawigebang Market) is the nearest market from my village. It’s only 5 minutes by a motorcycle. For your information, Pasar
Ciawigebang is famous traditional market in my hometown because it is a market that open 24 hours every day.
Sudah 22 tahun aku lahir dan dibesarkan di sebuah desa yang dinamakan Desa Pangkalan, itu artinya banyak hal yang telah aku lalui di desa ini. Desa Pangkalan adalah satu dari 24 desa di Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Jawa Barat. Desaku bukanlah desa yang besar. Desaku hanya sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh pesawahan. Mata pencaharian penduduk kami kebanyakan seorang
petani.
Meskipun hanya desa kecil, kami memiliki kehidupan yang standar, sepertia kses pendidikan, kesehatan, dan pasar untuk memenuhi kebutuhan kami seharihari. Pasar Ciawigebang adalah pasar tradisional terdekat dari desaku. Hanya butuh waktu 5 menit dengan berkendara sepeda motor. Untuk sekedar informasi,
Meskipun hanya desa kecil, kami memiliki kehidupan yang standar, sepertia kses pendidikan, kesehatan, dan pasar untuk memenuhi kebutuhan kami seharihari. Pasar Ciawigebang adalah pasar tradisional terdekat dari desaku. Hanya butuh waktu 5 menit dengan berkendara sepeda motor. Untuk sekedar informasi,
Pasar Ciawigebang merupakan pasar tradisional yang terkenal di kampung halamanku karena pasar ini buka 24 jam.
A short history why is named Pangkalan village. Quoting from Wikipedia word Pangkalan itself comes from the word pancallan which means “a village source of knowledge”. The great kyai was born in this village. Islamic buildings such as Masjid and Islamic Boarding School can be found easily in this small village. That’s why Pangkalan village is known as Desa Santri.
Sejarah singkat mengapa dinamakan Desa Pangkalan. Mengutip dari Wikipedia, kata Pangkalan itu sendiri berasal dari kata pancallan yang berarti “desa sumbernya pengetahuan”. Para kiyai hebat telah lahir di desa ini. Bangunan islam seperti masjid dan pondok pesantren dapat dijumpai dengan mudah di desa kecil ini. Itulah mengapa Desa Pangkalan dikenal dengan julukan Desa Santri.
Sejarah singkat mengapa dinamakan Desa Pangkalan. Mengutip dari Wikipedia, kata Pangkalan itu sendiri berasal dari kata pancallan yang berarti “desa sumbernya pengetahuan”. Para kiyai hebat telah lahir di desa ini. Bangunan islam seperti masjid dan pondok pesantren dapat dijumpai dengan mudah di desa kecil ini. Itulah mengapa Desa Pangkalan dikenal dengan julukan Desa Santri.
If someday you have a chance to visit my village, you will not find Mall or even Cinema because we haven’t one. But we have beautiful scenery where we can see birds fly in the middwle of a rice field and even enjoy the sunrise and
sunset. I think it is the best way to recharge your mood, trust me!
Jika suatu hari nanti kamu punya kesempatan untuk mengunjungi desaku, kamu tidak akan menjumpai Mall atau Bioskop karena kami tidak memilikinya. Tapi, kami memiliki pemandangan yang indah di mana kita dapat melihat burung burung berterbangan di tengah hamparan sawah serta menikmati sunrise dan sunset. Kupikir ini adalah cara terbaik untuk mengembalikan mood mu, percaya deh!
Besides that, we also have a small park which is located in the central of the village. In front of Baitul Mukhlisin Mosque exact. A small park where mostly is used by our society to spend their time with family. Bike around the park, playing football, or even just take a picture. Not infrequently this situation is giving an opportunity to the peddlers to peddle their products.
Selain itu, desa kami juga memiliki sebuah taman desa yang kecil yang berlokasi di tengah-tengah desa. Di depan Masjid Baitul Mukhlisin tepatnya. Sebuah taman kecil yang tidak sedikit digunakan oleh masyarakat kami untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Bersepeda mengelilingi taman, bermain bola, atau bahkan hanya sekedar bersuap foto. Tidak jarang keadaan ini memberikan kesempatan kepada pedagang keliling untuk menjajakan barang dagangannya.
Selain itu, desa kami juga memiliki sebuah taman desa yang kecil yang berlokasi di tengah-tengah desa. Di depan Masjid Baitul Mukhlisin tepatnya. Sebuah taman kecil yang tidak sedikit digunakan oleh masyarakat kami untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Bersepeda mengelilingi taman, bermain bola, atau bahkan hanya sekedar bersuap foto. Tidak jarang keadaan ini memberikan kesempatan kepada pedagang keliling untuk menjajakan barang dagangannya.
Friendly society, fresh air, far from traffic jam, and beautiful scenery are the things that we will miss for a place that we called village. I’m really proud to be a part of this wonderful village.
Masyarakat yang ramah, udara yang segar, jauh dari kemacetan, serta indahnya pemandangan adalah hal-hal yang akan kita rindukan untuk sebuah tempat yang kita sebut Desa. Aku bangga bisa menjadi bagian dari desa yang sangat mengagumkan ini.
Penulis sela Nurfadilah
Alamat : Blok Puhun Desa Pangkalan
Untuk Lomba Tulis Artikel
Penulis sela Nurfadilah
Alamat : Blok Puhun Desa Pangkalan
Untuk Lomba Tulis Artikel